17+ Contoh Cerpen Singkat, Cinta, Romatis, Persahabatan yang Lucu dan Menarik

Contoh Cerpen – Cerita pendek atau yang sering disebut cerpen merupakan sebuah bentuk prosa narasi fiksi yang memiliki alur cerita padat, singkat dan langsung menuju pada tujuan utamanya.

Dibandingkan dengan novel atau novella cerpen merupakan tulisan cerita yang paling pendek. Tulisan cerpen tidak boleh lebih dari 10.000 kata atau biasanya kurang dari 10 halaman.

Cerpen juga hanya memaparkan cerita yang terfokus pada satu tokoh saja secara singkat dan padat. Cerpen termasuk karya sastra yang menceritakan satu tokoh dengan menjelaskan berbagai seluk beluk tokoh tersebut sehingga dimengerti oleh pembaca.

Cerpen juga hanya memberikan sebuah kesan tunggal pada salah satu tokoh cerita dan hanya memusat pada satu situasi saja.

Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen
marketwatch.com

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) cerpen adalah cerita yang mengandung arti tuturan yang mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek, berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 1000 kata yang memberikan kesan dominan dan memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

Menurut pendapat beberapa Ahli sastra cerpen adalah sebagai berikut:

Nugroho Noto Susanto

Cerpen atau cerita pendek yaitu sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan hanya 17 halaman kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.

Sumardjo dan Saini

Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

Hendy

Cerpen adalah ialah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung kisahan tunggal.

J. S. Badudu

Cerpen merupakan cerita hyang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.

H. B. Jasin

Cerpen ialah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian serta penyelesaian.

Ciri Ciri Cerpen

Ciri-Ciri Cerpen
capacitr.com;

σ Isi cerita cerpen berasal dari cerita kehidupan sehari-hari

σ Jalan ceritanya lebih pendek daripada novel

σ Jumlah kata dalam penulisan cerpen tidak lebih dari 10.000 kata

σ Kisah yang diceritakan hanyalah terpusat pada satu tokoh saja

σ Adanya tahap perkenalan, tahap terjadi konflik lalu berakhir pada tahap penyelesaian masalah

σ Bahasa yang digunakan dalam menulis cerpen sangat sederhana sehingga mudah dipahami oleh siapa pun yang membacanya

σ Hanya menceritakan satu kejadian saja

σ Cerpen meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi pembacanya

σ Penokohan pada cerpen sangat sederhana, tidak mendalam dan singkat

σ Alur cerita yang digunakan adalah alur cerita tunggal dan lurus

Struktur Cerpen

Struktur Cerpen

Abstrak

Abstrak merupakan ringkasan cerita dari awal hingga akhir yang sangat padat dan mampu menarik pembaca untuk meneruskan bacaannya. Diawali dengan abstrak cerita pendek akan bisa ditarik menjadi sebuah rangkaian cerita. Di dalam penulisan cerpen abstrak boleh ditulis secara acak atau tidak terstruktur.

Orientasi

Orientasi di dalam cerpen adalah segala hal dalam cerita tersebut yang berkaitan dengan masalah tempat, waktu dan suasana terjadinya cerita yang ditulis.

Komplikasi

Komplikasi merupakan urutan kejadian yang dihubungkan dengan sebab dan akibat peristiwa tersebut terjadi. Di komplikasi ini cerita yang ditulis dalam cerpen sudah mulai mengalami kerumitan. Dalam komplikasi ini, pembaca sudah mulai memahami dengan karakter tokoh yang berperan dalam cerpen tersebut.

Evaluasi

Eavaluasi yaitu struktur konflik yang terjadi mengarah pada klimaks dan sudah mulai mendapatkan solusi untuk memecahkan konflik yang terjadi. Sudah mulai ada jalan keluar untuk memecahkan konflik yang ada.

Resolusi

Dalam penulisan cerpen resolusi adalah dimana penulis sudah mulai mengungkap solusi yang dialami tokoh. Perkembangan solusi yang ditulis oleng pengarang sudah mulai terlihat dengan jelas.

Koda

Koda merupakan pesan yang ditulis oleh pengarang yang dapat ditangkap oleh pembaca.

Unsur Intrinsik Cerpen

contoh cerpen singkat
slideshare.net

Tema

Tema merupakan gagasan pokok yang menjadi dasar dari jalannya sebuah cerita. Tema ada yang tersurat dan juga ada yang tersirat.

Alur/plot

Alur atau plot merupakan tahapan jalannya cerita. Ada 3 jenis alur yaitu alur maju, mundur dan maju mundur. Dalam sebuah cerpen jalannya alur biasanya digambarkan seperti teori piramida terbalik. Bahwa dalam cerita pasti dimulai dengan perkenalan terlebih dahulu -kemudian muncul sebuah konflik – peningkatan konflik – puncak konflik – pemecahan – konflik reda – selesai.

Setting

Setting merupakan sebuah lata, waktu dan suasana dalam jalannya cerita.

Tokoh

Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh dibagi menjadi dua yaitu antagonis dan protagonis. Antagonis merupakan karakter tokoh jahat dan protagonis merupakan karakter tokoh yang jahat. Dan juga ada tokoh figuran sebagai pemeran pendukung.

Penokohan

Penokohan adalah pemberian sifat kepada tokoh. Sifat yang diberikan dapat berupa jahat dan baik. Penokohan ini akan tercermin melalui gaya bicara, ucapan dan perilaku yang dijalani .

Sudut pandang

Sudut pandang yaitu cara pandang pengarang terhadap jalannya suatu cerita. Ada berbagai macam sudut pandang adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama, sudut pandang orang pertama pelaku sampingan, sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan sudut pandang orang ketiga pengaman

Amanat

Amanat merupakan pesan dari penulis yang ditujukan kepada pembaca sehingga pembaca akan tahu makna yang ingin disampaikan.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur Ekstrinsik Cerpen
slideshare.net

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan unsur yang membentuk cerpen dari luar. Unsur ekstrinsik cerpen tidak bisa terlepas dari keadaan masyarakatnya saat cerpen tersebut dibuat oleh pengarangnya.

Unsur ekstrinsik juga memiliki banyak pengaruh dalam memberikan latarbelakang dan amanat dalam cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen adalah sebagai berikut:

Latar belakang masyarakat

Latar belakang masyarakat merupakan kondisi masyarakat yang hidup bersamaan dengan penulis yang mempengaruhi terjadinya sebuah cerita. Lainnya latar belakang masyarakat didasari dari ideologi negara yaitu ideologi ekonomi, politik dan sosial.

Latar belakang pengarang

Latar belakang pengarang merupakan pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup dan juga karya apa saja yang telah diperbuatnya. Latar belakang pengarang ini meliputi biografi, kondisi psikologis dan aliran sastra.

Contoh Cerpen Singkat 

Contoh Cerpen Singkat 
begitu.com

Mimpi yang Membangunkan Tidur

Ketika malam tiba Aku dan adikku beranjak ke kamar tidur. Kami tidur satu kamar dengan ranjang yang berbeda. Adik tidur diranjang pink dan aku tidur di ranjang orange.

Ketika adik hendak tidur aku menyuruhnya untuk gosok gigi. “Dek jangan lupa gosok gigi dulu sebelum tidur”, adik menjawab, “ iya Kak” tapi dia tidak segera beranjak ke kamar mandi untuk melakukan gosok gigi.

Aku sudah ngantuk dan tidak bisa menyalakan mata lagi sehingga aku langsung tidur setelah memberitahu adek. Kira-kira sekitar pukul 00.30 adek teriak-teriak, “kakak-kakak-kakak tolong aku, aku tidak salah, aku tidak melakukan kesalahan. Kakak tolong adek”. Seketika itu aku langsung terbangun dan menghampiri adek.

“Dek bangun, Dek bangun, ada apa?” dengan panik adek langsung bangun dan memelukku

“Kakak aku takut, aku mimpi dikejar orang banyak, aku takut Kak”, lalu aku menenangkan adek yang sedang panik “sudah Dek ada kakak di sini, kamu jangan khawatir, mimpi apa kok sampai ketakutan?”

Adek dengan nafas yang masih tidak beraturan menjawab “Aku dimarahin Ayah sama Ibu karena tidak melakukan yang diperintah, aku dipukuli Kak, Aku takut, Ayah sama Ibu tidak pernah memukul Adek Kak, kenapa Adek mimpi seperti itu?”

“Sudah Dek, itu cuman mimpi, Ayah sama Ibu tidak mugkin melakukan itu pada Adek. Iya kan? Ayo gih tidur lagi.”

Adek menjawab ”Tapi kakak temenin di sampingku ya”, “emmb iya dek kakak temenin. O, iya adek tadi sudah gosok gigi dan bersih-bersih sebelum tidur kan?”

Adek senyum kecil-kecil sambil menjawab ”Belum Kak, lupa, hehehhehe”,

“Nah, itu tadi yang membuat adek mimpi buruk, kakak sudah menyuruh untuk gosok gigi dan bersih-bersih tapi belum dilakukan, ayo sekarang kakak antar ke kamar mandi bersih-bersih habis itu tidur lagi”
adek menjawab “ iya kak”

Akhirnya adek bersih-bersih dan gosok gigi kemudian adek bisa tidur dengan tenang dan nyenyak. Maka dari itu, jika orang yang lebih tua memberikan nasehat maka harus segera dilaksanakan sehingga tidak akan ada hal buruk yang menyertai kita.

Contoh cerpen menarik

Contoh Cerpen Singkat 
mokomoko.id

Si Bolot dan Sabun Mandi

Suatu ketika Doni baru selesai bermain bola dengan rambut yang lepek, bau keringat serta badan yang kotor pulang ke rumah. Sesampai di rumah Doni tidak langsung mandi atau membersihkan badan, akan tetapi malah mengambil makanan dan bermain dengan adiknya dengan kondisi badan yang kotor semua.

“Doni cepat mandi dulu, ibu sudah sediakan air hangat dikamar mandi” panggil ibu Doni.

“iya bu” jawab Doni

Dengan langkah kecil-kecil doni berjalan menuju kamar mandi. Saat Doni sedang mandi, bolot yang menempel di badan doni berkata kepada sabun mandi ”hay Bun, kamu tahu nggak? Aku sudah nggak betah di badannya Doni nich, bantuin aku keluar dong?”

Sabun menjawab, “iya nih bol, dia bau sekali, setelah ini kamu aku bantu keluar dari badannya Doni ya”. Si Bolot menjawab “tentu dong”.

Setelah itu doni melepas bajunya lalu memakai sabun. Di situ Si Bolot curhat pada sabun

“Bun, sumpah deh dari tadi itu aku nggak betah tahu di badan nya Doni, tapi dia malah tidak langsug bersihin badannya, untungnya sekarang ada kamu yang mau nolongin aku keluar dari badan Doni”

“iya bol, aku juga kasihan sama kamu, ditahan dibadan ini sehingga kamu selalu dikatain orang kalau bolot bau sekali, padahal mereka kan yang menciptakan kamu. Tapi kenapa kamu selalu di bulli?, sabar ya bol” ujar Si Sabun.

“iya bun, aku sabar kok, seharusnya semua manusia itu sadar ya bun, kalau badannya lepek dan berbolot secepatnya mandi biar nggak jadi kuman dan bau, aku juga bisa terbebas dari mereka jadinya”, kata Bolot selanjutnya.

”iya lot bener sekali, sekarang Doni mau bilas badannya tuh, mari kita berpisah ya, dada bolot.” Kata Sabun

“Dada sabun” jawab Bolot kembali

Setelah mandi badan doni terasa segar dan sangat wangi sekali. Maka dari itu, jika setelah melakukan aktifitas dan membuat badan kotor segeralah mandi dan membersihkan diri supaya terhindar dari sakit.

Contoh Cerpen Kehidupan Keluarga

contoh cerpen keluarga
agenasuransijiwa.co.id

Abu Abu Setelah Biru

Aku terdiam di sudut ruangan menyandarkan tubuhku yang kurasakan amat lelah, lututku kutekuk kemudian kupeluk, pandanganku kosong. Aku sibuk menikmati suasana hati yang bergemuruh penuh sesak.

Perlahan air mataku menetes membasahi pipiku, teringat semua ucapan Mama yang berhasil membuatku begitu sesak. Aku sulit menerima kenapa semua ini bisa terjadi padaku, pada keluargaku. Aku tak sanggup menghadapi semua ini, aku tak akan bisa setegar Mama.

Dengan berat aku melangkahkan kakiku menuju gedung megah yang dihiasi kain serba putih. Terlihat beraneka macam rangkaian bunga disana. Di sekitarku banyak sekali orang yang berusaha masuk ke dalam gedung tersebut.

Mama meraih tanganku lalu dipegangnya erat-erat seolah ia berusaha menegarkanku menghadapi semua ini. Dengan sangat enggan aku mengikuti langkah mama memasuki ruangan yang sangat megah itu.

Mataku menangkap sesosok laki-laki yang dulu amat berarti bagiku duduk di kursi singgasana bak seorang raja. Di sampingnya duduk manis seorang wanita, perenggut kebahagiaanku. Papaku telah memilih meninggalkanku dan Mama demi wanita bejat tersebut.

Setetes air bening menggenang di sudut mataku, namun aku mencoba menahannya agar tak jatuh di pipiku. Aku telah berjanji pada diriku sendiri tak akan pernah meneteskan air mataku untuk lelaki penghianat itu.

Aku sadar tak seharusnya aku bersikap seperti itu, namun kekecewaan yang begitu dalam membuatku sulit untuk memaafkannya, amat sangat sulit.

Mama menghentikan langkahnya. Kulirik Mama, kutatap wajah sendunya. Tatapannya lurus mengarah pada lelaki bejat itu. Namun tak kulihat ada setitik kebencian pun di raut wajahnya. Oh Ma, andaikan aku bisa setegar engkau.

Mama menghela nafas berat. Aku tahu ia sedang berusaha mengatur perasaannya. Aku tau ada segurat luka di hatinya yang pasti lebih dalam daripada luka di hatiku. Ingin ku ucapkan sepatah kata penghibur hati untuknya, namun mulut ini tetap terbungkam tak mampu untuk mengucapkannya.

Mama mulai menarik tanganku mengajakku melangkah kembali. Ku ikuti langkah kakinya. Kini Mama mengajakku mendekati lelaki dan wanita bejat itu. Jika bukan karena Mama, aku tak akan sudi bertemu dengannya lagi.

“Selamat ya mas, semoga apa yang telah engkau pilih ini adalah yang terbaik untukmu. Akan ku do’akan semoga hidupmu yang baru nanti penuh dengan kebahagiaan. Dan aku minta do’amu agar kelak aku dan Ara menemukan jalan kebahagiaan kami.”

Mama menyalami lelaki bejat itu. Kutatap wajah wanita bejat di sampingnya. Angkuh. Di wajahnya tersirat seulas senyum jahat yang sarat dengan kemenangan. Kemudian kutatap wajah lelaki bejat itu, berbeda.

Rasa hormatku yang dulu amat besar untuknya, sosok Papa yang sangat aku banggakan, yang sangat aku sayangi, kini telah hilang. Seolah tak ada rasa hormat lagi untuknya. Benci, ya, yang ada hanya benci.

“iya Wid, semoga engkau mendapatkan yang terbaik, lelaki yang bertanggungjawab dan menyayangi keluarga. Terimakasih ya Wid sudah meluangkan waktu untuk hadir di pernikahanku.” Lelaki bejat itu menyambut tangan Mama.

Sejurus kemudian ia memandangku. Secepat kilat aku mengalihkan pandanganku. Enggan aku bertatapan muka dengannya. Hanya akan menambahkan luka di hatiku saja.

“Ara tak ingin bersalaman dengan Papa?” kalimat itu terlontar dari mulut besarnya. Aku tak sanggup lagi. Kusentakkan tanganku hingga terlepas dari genggaman Mama. Aku berlari sekuat tenaga.

Masih kudengar teriakan Mama memanggil namaku ketika aku keluar dari gedung tersebut. Aku tak sanggup, benar-benar tak sanggup. Setetes kristal bening mengalir di pipiku. Aku terus berlari membawa kepedihan hati ini.

Entah kemana arahku berlari, yang pasti aku hanya mengikuti kemana kaki ini akan melangkah. Aku menghentikan langkahku di tepi danau. Air mataku semakin deras. Hatiku terasa perih. Tak sanggup aku melewati semua ini.

Sesaat terlintas bayangan Mama di benakku. “maafkan Ara, Ma. Maafkan, aku benar-benar tak sanggup.” Mama pasti kecewa. Amat sangat kecewa.

Terlalu berat beban yang harus aku pikul. Ku pejamkan mataku. Kuhirup dalam-dalam udara sekitar danau. Tenang, aku merasa tenang. Nyaman sekali. Kubuka mataku, ku pandang segala sesuatu yang ada di hadapanku. Ajaib, sangat indah.

Sudah sejak satu jam yang lalu aku duduk disini, baru ku sadari betapa indahnya tempat ini. Aku memandang dalam kejauhan. Terbayang sosok Papa yang dulu ku kenal. Begitu berwibawa dan bertanggungjawab. Disela-sela kesibukannya, ia selalu menyempatkan waktu untuk keluarga.

Setiap ada kesempatan berlibur, ia selalu menanyakan kepadaku tempat apa yang ingin aku kunjungi. Aku merasa akulah satu-satunya orang yang paling bahagia di dunia. Aku mempunyai apapun yang di inginkan semua orang.

Aku memiliki keluarga yang sangat peduli kepadaku, rumah megah, mobil mewah, berbagai macam mainan modern, aku memiliki semuanya. Aku pun bisa pergi keliling dunia kemanapun aku mau bersama orang-orang tercintaku, Mama dan Papa.

Tiupan angin menyadarkan lamunanku. Kulirik jam di pergelangan tanganku. Mataku terbelalak. Sudah sesore ini? Aku beranjak pergi, meninggalkan tempat yang indah ini. Mama pasti menghawatirkanku.

Kulangkahkan kaki menuju halaman rumahku. Sejenak aku berhenti. Kupandangi kursi hias di tengah taman depan rumahku. Terlihat sekelebat bayangan masa lalu. Masa kecilku yang bahagia, bercanda ria bersama mama papa.

Meskipun aku tak punya saudara, namun aku cukup bahagia karena aku dilimpahi kekayaan yang luar biasa dan keluarga harmonis. Disitu, di kursi itu, kami sering duduk bertiga bercanda ria mengurai tawa.

Papa yang hebat, yang selalu kubanggakan, sosok pahlawan bagiku, dan berwibawa di hadapan semua orang. Hanya tinggal kenangan.

Aku tak ingin mengeluarkan air mataku lagi. Perlahan aku meninggalkan taman, beranjak melangkahkan kaki melewati halaman rumahku yang begitu luas.

Kuedarkan pandanganku ke seluruh sudut ruangan. Kudapati Mama sedang berdiri di depan jendela yang berhadapan langsung dengan taman. Kudekati Mama.

“Maafin Ara, Ma. Ara tahu Mama sangat kecewa dengan sikap Ara tadi. Ingin sekali Ara mengikuti keinginan Mama untuk menghormati Papa. Namun sulit Ma, gejolak hati Ara mengatakan tidak. Ara tak sanggup.” Ku peluk Mama dari belakang.

Pinggulnya kini tak seberisi dulu ketika aku masih sering sekali memeluknya, ketika Papa masih ada di tengah-tengah kami. Tubuhnya kini semakin kurus. Mama membalikkan badannya, menarik tanganku kedalam genggamannya.

“Mama mengerti perasaanmu Ara. Tak mudah bagimu menerima semua ini. Namun ini semua kenyataan, ini yang terjadi. Kamu harus menerimanya dengan ikhlas.” Mama mengusap air mataku.

Air mata itu mengalir begitu saja di pipiku. Kupeluk Mama erat-erat. Kubisikkan sebuah kalimat di telinganya. “andaikan aku setegar Mama.”

Aku bersimpuh di atas sajadah merahku. Kubiarkan tangisku pecah malam itu. Mengadukan nasibku kepada penciptaku. Aku tahu semua ini adalah takdirnya. Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya.

“Ya Allah yang maha pengasih penyayang, yang maha pemurah, yang maha adil, yang maha segalanya. Hamba ini hanyalah seorang yang lemah, yang tak akan mampu menjalani hidup tanpa rahmat dan hidayahMu.

Hamba tau semua ini adalah yang terbaik untuk hamba. Engkau biarkan hamba mengerti semua itu, namun kenapa tak Kau biarkan hamba mengerti tentang keikhlasan ya Allah. Ikhlaskanlah hati hamba Ya Allah, kuatkanlah hamba menghadapi semua ini.

Engkaulah yang maha membolak balikkan hati ya Allah. Hanya kepadaMu lah hamba memohon pertolongan. Robbana aatina fiddunya khasannah wafil akhiroti khasannah waqinaa ‘adzaa bannar.” Aku bersujud di atas sajadahku. Menangis tersedu-sedu.

Gemuruh angin kencang malam ini, menemani sujud panjangku. Aku tahu Allah mendengar do’aku. Dan itu pasti.

Kusambut kehidupan baruku. Hanya ada aku, Mama, pekerjaanku, dan Tuhanku. Aku akan mencoba mensyukuri apa yang telah aku punya, mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.

Kini aku mengerti bahwa yang telah hilang itu memang bukan hakku. Aku tersenyum memandang dunia. Ya, awal dari segalanya, tak akan pernah kubiarkan senyum ini sirna kembali.

Ku Kayuh Ribuan Mimpi

Aku Sriami Wulandari anak pertama dari keluarga kecilku yang tinggal di pinggiran kota besar. Bisa dikatakan keluarga kecil kami hidup bercukupan walau tidak lebih layaknya keluarga teman-temanku.

Setiap hari Ayahku bekerja di sebuah pabrik hanya sebagai buruh sampah. Sedangkan ibuku ikut bekerja sebagai PRT agar kebutuhan keluarga kami tercukupi. Bisa dibayangkan berapa yang bisa diperoleh kedua orangtuaku setiap bulannya dari pekerjaannya.

Aku seringkali berandai-andai dalam khayalan jika aku menjadi anak orang kaya, pasti semua yang aku inginkan bisa dipenuhi oleh orangtuaku dengan mudah. Sering pula terselip rasa iri dalam hatiku melihat teman-temanku yang serba ada.

Hidup layaknya orang kaya selalu memenuhi khayalanku, tapi sayang di dunia nyata tak ada yang bisa kunikmati. Aku harus menerima kenyataan kondisi keluargaku yang hanya hidup secukupnya.

Ahh, tak sepatutnya aku menuntut dari apa yang sudah aku peroleh sekarang, dan tak semestinya aku terus mengeluhkan kenyataan dan larut dalam angan-angan kosong tiada arti. Sama hal aku tidak berterima kasih kepada orangtuaku jika kau terus melakukan hal konyol ini.

“maafkan aku ya Allah” Cetusku dalam hati

Di sebelah barat terlihat matahari tengah kembali keperaduannya pertanda akan datangnya malam. Menit demi menit telah berlalu terdengar adzan maghrib berkumandang.

Aku pun bangun dari ranjang kesayanganku dan bergegas mengambil air wudhu. Aku jalankan perintah agamaku.

Selesai shalat aku haturkan doa pada sang pencipta dan berharap akan penghapusan dosa, kemuliaan, sekolah serta rezeki untuk kedua orangtuaku.

Selesai shalat aku dan keluarga makan malam bersama-sama. Menikmati masakan super lezat buatan ibuku tercinta.

“Ayo-ayo makanan sudah siap.” Teriak ibu memanggil.

“Yee menu lezat dari masterchef kita udah di hidangkan dik.” Jawabku sambil berlari kecil bersama adikku.

“Woow enak nih masakannya. Ibu tau deh makanan favoritku sama adik apa. Ya ndak dik?” cetusku saat melihat masakan ibu.

“Iya mbak. Ibu baik ya.” Jawab adikku singkat sambil mengambil makanan ke piringnya.

“Udah-udah ayo makan jangan bicara aja.” Sahut ibuku.

Contoh Cerpen Cinta Sejati

Contoh Cerpen Cinta Sejati
theweddingspecialists.net

Cinta halal dengan kesabaran

Kupu-kupu yang indah beterbangan dipagi hari membuat hati yang beku terasa mencair. Tidak terasa umur Santi sudah beranjak 17 tahun membuat terharu kedua orang tuanya.

“Nak, kamu sudah tumbuh dewasa, harus bisa jaga diri, mandiri dan menjadi wanita yang kuat” ucap ibu Santi dengan nada yang tulus.

Santi tersenyum dan tersipu malu sambil menjawab “iya ibu, Santi akan menjadi seperti yang ibu mau”

Kemudian santi bergegas untuk berangkat ke sekolah. Santi sudah terbiasa berangkat sekolah dengan menggunakan jasa busway. Ketika Santi berjalan menuju halte dia di samprin sama Andre. Dia teman Santi yang sudah lama menyukainya,

“Santi enggak mau bareng abang saja naik motor?” ujar Andre dengan kata yang sangat tulus.

Santi sangat kaget dan langsung menjawab “oh bang Andre, enggak bang, Santi naik Bus saja”.

“Ayolah Santi ikut Abang”. Rengek Andre kedua kalinya.

Dengan tegas Santi menjawab lagi “Maaf bang Santi mau naik bis saja!” dengan nada yang kesal

Setelah itu Santi dengan cepat bergegas menuju halte.

Ketika Santi sudah sampai di sekolah ternyata Andre sudah duduk dibangku sebelah Santi biasa duduk.

”kenapa Abang duduk di sini?” tanya Santi,

“karena Abang tuh pengen Santi tahu kalau Abang suka sama Santi. Dengan Andre mengucapkan perkataan itu dialog menjadi tambah panjang.

”Tapi Santi enggak dibolehin pacaran bang sama ibuk?”

“Iya San, Abang tahu. Tapi kalau Santi juga sayang sama Abang, kita bisa pacaran diam-diam, abang janji nggak bakal ngecewain Santi dan menjaga rahasia ini”

“Sebenarnya Santi juga suka sama Abang, tapi takut!” jawab Santi.

“Abang beneran berjanji kalau memang Santi mau sama Abang, kita akan pacaran tanpa diketahui semua orang.” Lagi-lagi Andre meyakinkan Santi.

“Kalau benar Abang bisa ngejalanin kayak gitu Santi mau bang, tapi dengan syarat kita harus tetep rajin belajar, berangkat sekolah sendiri, enggak jalan kalau lagi pas hari sekolah efektif. Gimana? Abang setuju?” pinta Santi.

“Abang setuju demi cinta Abang San” Ucap Andre.

Dengan obrolan panjang pagi itu menandakan bahwa Santi dan Andre resmi berpacaran. Akan tetapi mereka tidak pernah jalan kemanapun. Andre selalu menjaga Cinta mereka dan juga berusaha mengejar cita-citanya menjadi seorang pilot sehingga suatu saat bisa menikahi Santi, begitu juga Santi, dia belajar dengan rajin tanpa mementingkan pacaran sehingga dia bisa menggapai cita-citanya.

6 tahun kemudian setelah Andre benar-benar menjadi pilot dan Santi sudah menjadi seorang Dosen, Andre melamar Santi ke rumah nya. Semua orang di keluarga Santi sangat kaget karena sepengetahuan mereka Andre dan Santi tidak pernah mengenal satu sama lain.

“loh kalian benar-benar mau menikah to nak?” ujar ibu dan ayah Santi.

“Andre menjawab iya bu, karena kita sudah 6 tahun berpacaran dan sekarang saatnya untuk menghalalkan” jawab Andre.

“Kalian pernah berpacaran selama itu kah?” sahut ayah Santi

“Iya pak, kami sudah sangat lama berpacaran, tapi kami tidak pernah berpacaran yang aneh-aneh sehingga kami hanya ketemu di sekolah saja sewaktu SMA” ujar Santi.

“Kalian memang hebat ya nak. Selamat atas kekuatan cinta yang membuat ayah ibumu terharu” ujar ayah Santi lagi.

“Iya pak.” Jawab mereka berdua.

Setelah itu akhirnya mereka berdua melaksanakan pernikahan, Andre menghalalkan Santi didepan kedua keluarga mereka dan disaksikan oleh kitab suci al-Qur’an. Sehingga mereka menjadi keluarga yang bahagia dan melangsungkan hidup bak romantisnya pengantin baru.

Contoh Cerpen Persahabatan

Contoh Cerpen Persahabatan
animalli.com

Dunia Indah ku Bersama Arika

“Kring-kring… kring kringg….” telepon di rumah Farah berbunyi.

“Hallo, selamat pagi! dengan Rida” jawab ibunda Farah

“ Ini Arika bun, Farah sudah dirumah apa masih di rumah sakit ya Bun?” jawab Arika.

“Oh nak Arika, Farah sudah dibawa pulang hari ini”, jawab ibunda Farah.

“ ya udah, Nanti Arika ke rumah ya bun. Assalamualaikum”

“waalaikumussalam” jawab ibunda Farah.

Arika dan Farah adalah teman kecil yang berpisah karena orang tua Arika membeli rumah di daerah lain yang lumayan jauh dari tempat sebelumnya. Mereka dari kecil hidup bersama dan saling menyayangi.

Arika merupakan Anak yang sangat baik dan penyanyang. Sedangkan Farah adalah anak yang pendiam dan pemalu. Sejak usia 3 tahun Farah mengidap penyakit kanker hati. Dari kecil Farah selalu masuk keluar rumah sakit dan tidak pernah berhenti minum obat.

Ketika menginjak SD kelas 5 Farah menjadi tambah pemalu dan murung karena satu-satunya teman terbaiknya yaitu Arika terpaksa harus meninggalkannya untuk pindah rumah. Arika merupakan teman yang selalu perhatian dengan Farah atas kesehatannya dan juga selalu menyemangati Arika kapan saja.

Ketika pukul satu siang bel rumah Farah berbunyi ”kring…kriinngggg…krriiingg”.

Kemudian dengan cepat ibunda farah membuka pintu rumahnya. Dan ternyata Arika sudah didepan rumah. “Assalamu Alaikum bun, Arika datang” sambil bersalaman dan mencium tangan ibunda Farah.

Dengan senyum manis ibunda Farah memeluk Arika “Kenapa lama nggak dateng, bunda kangen, apalagi Farah, ayo masuk kedalam, itu loh Farah ada dikamar”

Dengan cepat Arika lari ke kamar Farah dan memeluknya erat-erat, serasa bertemu dengan seseorang yang sangat dicintainya. Dan arika juga membawakan Farah kado boneka sapi kecil imut, boneka yang sangat disukai oleh Farah.

“Farah harus sembuh, harus minum obat rutin, tidak boleh masuk rumah sakit lagi” ujar Arika,

“Aku juga pengen seperti itu Rika, tapi kenapa Tuhan tidak sayang sama aku, kenapa aku terus-terusan disiksa. Aku sudah capek” jawab Farah.

“Farah tidak boleh ngomong kayak gitu, Tuhan mengujimu Far, karena Tuhan sangat sayang kamu” Arika menasehati sambil menangis tersedu-sedu karena tidak tega dengan keadaan temannya.

“Tapi kalau Tuhan sayang aku, aku pasti sudah bisa hidup enak kayak kamu” jawab Farah lagi.

“Farah kamu nggak boleh bilang gitu, tuhan sama-sama sayang kita, kamu harus kuat pokoknya” nasehat dari Arika lagi.

“Ya sudah aku mau bantu bunda Rida memasak sama menyiapkan obat kamu, kamu harus tidur” tambah Arika

Sehubungan Arika membantu bunda Rida memasak dan menyiapkan obat-obatan, Farah istirahat dan tidur. Belum ada 5 menit ditinggal Farah teriak-teriak sambil menangis. Arika dan bunda Rida langsung lari ke kamar dan melihat Farah sudah terjatuh di bawah.

Sesegera mungkin Farah dibawa ke rumah sakit lagi, tapi apalah daya? Ternyata Farah sudah tidak bisa ditolong. Farah sudah meninggalkan Arika dan keluarga besarnya.

Ketika sudah di rumah untuk upacara pemakaman Farah, Arika menangis di kamar Farah. Sambil berkata “Farah secepat ini kamu meninggalkan kita semua, aku kangen kamu Farah, Farah kenapa ini kamu lakukan. Tuhan tidak adil, aku tidak akan bisa menemukan sosok sahabat sepertimu Farah”.

Ketika itu ibu Farah menemukan surat yang ditujukan untuk Arika dari Farah. Suratnya berisi:

“Arika, terimakasih sudah datang, aku merasa tenang sekarang, karena sebelum pergi aku masih sempat menemui kamu dan memelukmu, selama ini aku kangen sekali sama kamu, tapi kamu sibuk sekali dengan kegiatan sekolahmu. Aku hanya bisa menanti kedatanganmu saja, aku tidak punya teman selain kamu, karena aku juga tidak bisa sekolah. Sekali lagi terimakasih sahabat hidup matiku”

Persahabatan memang tidak bisa mengalahkan segala sesuatu, sesibuk apapun kita tetap membutuhkan orang yang bisa diajak curhat, dan kesabaran ibu Farah harus dicontoh oleh siapa saja supaya segala sesuatu yang berat bisa terasa tenang.

Contoh Cerpen Romantis

cerpen cinta romantis
wallpapersite.com

Pengorbanan Andi

Pada penghujung acara ulang tahun Faisal terlihat si Rasya kurang sehat. Entah kenapa, padahal sebelumnya tadi Rasya tidak kenapa-kenapa. Faisal merasa kasihan dan nyamperin dia.

“Hai Ndin, kamu lagi sakit ya?” tanya si Faisal. “Oh, ada Faisal. Enggak kok! Cuma meriang aja sal” jawab si Rasya. “Ya udah kalau gt, takutnya ada apa-apa” tambah si Faisal.

Akhirnya Faisal meninggalkan Rasya dan mencari Andi. Andi adalah sahabat Rasya yang sudah sangat lama mencintainya, tapi Rasya tidak tahu. Saat bertemu Andi Faisal langsung ngomong,

“Andi, kamu kok nggak sama Rasya?” ucap si Faisal,

“Oh Faisal, enggak, soalnya Rasya lagi tidak mau diganggu. Akhirnya aku ke sini” jawab Andi

“Dia sakit ya Sya?” tambah si Faisal

“Enggak kok Sal, dia nggak papa,” jawab si Andi lagi

“Loh, la tapi dia kok pucat sekali?” tambah Faisal

“loh iya to? Sekarang dia dimana?” tanya Andi

“Dia ada di taman belakang, lagi sendiri dan pucat sekali” tutur Faisal

“Bentar ya sal, aku samperin dia dulu, takutnya ada apa-apa?” ujar Andi

“Iya Sya, aku ikut”

Mereka langsung bergegas menemui Rasya. Ternyata Rasya sudah tidak ada, akan tetapi ada keramaian di dalam rumah Faisal. Mereka berdua langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dan yang terjadi adalah Rasya sedang tidak sadarkan diri. Segera Andi menggendongnya ke mobil dan di bawa ke rumah sakit.

Setalah di rumah sakit dan diperiksa dokter menemui Andi dan mengatakan bahwa Rasya akan terus seperti ini jika tidak ada pendonor Ginjal untuknya. Andi langsung kaget dan bingung.

Andi menghubungi keluarga Rasya dan meminta izin orang tua Rasya untuk mendonorkan ginjalnya ke Rasya jika mereka mau menerima.

“Tante aku siap mendonorkan ginjal ku untuk Rasya, besok pagi aku mau tes apakah ginjalku cocok untuk Rasya.” Ujar Andi

“Kenapa kamu mendonorkan ginjal mu pada Rasya, bagaimana nanti dengan kedua orang tuamu?” jawab mama Rasya

“Kalau memang ginjal saya cocok, saya Ikhlas tante. Dan kedua orang tua saya sudah meninggal sejak saya masih umur 2 tahun. Sehingga saya bisa memutuskannya sendiri” jawab si Andi.

“Lalu kenapa kamu mengorbankan ginjalmu untuk Rasya” tanya mama Rasya lagi.

“Karena saya sangat mencintai Rasya dan rela melakukan apa saja untuk dia tante” ungkap Andi dengan ketulusan.

“Kalau kamu benar-benar siap ngak papa nak” jawab mama Rasya

Paginya Andi langsung melakukan tes, apakah dia bisa mendonorkan ginjalnya untuk Rasya. Dan ternyata bisa.

Dokter segera melangsungkan operasi dan akhirnya Rasya sudah bisa sehat 100%. Akan tetapi Tuhan berkehendak lain karena Andi meninggal setelah 2 hari jalannya operasi. Akan tetapi Rasya belum mengetahui hal ini.

Ketika Rasya pulang menanyakan ke mamanya. “ Ma, siapa yang mendonorkan ginjal untuk Rasya?”

“Andi,” jawab mamanya sambil menangis.

“Loh kenapa dia ma yang mendonorkan ginjalnya?”

“Karena dia sangat mencintaimu nak, dia merelakan semua ini untukmu” jawab mama Rasya dengan tangisan yang semakin keras.

“Lalu kenapa mama menangis, Rasya bingung ma?

“Andi sangat mencintaimu dan merelakan ini semua untukmu, tapi dia tidak bisa meneruskan hidupnya, setelah 2 hari pasca operasi itu dia telah pergi menyusul kedua orang tuanya di syurga” jawab mama Rasya lagi dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi.

Rasya langsung lari dan mengunjungi makam Andi dengan mengatakan “Andi kenapa kamu nggak bilang dari dulu kalau kamu suka padaku, dan kenapa kamu meninggalkanku sekarang? Kenapa, Andi kembalilah, aku juga sudah lama suka kamu, tapi kamu nggak pernah ngungkapin itu ke aku. Andi maafkan aku, aku akan selalu menjaga ginjal yang telah kau berikan ke aku”

Setelah kejadian itu Rasya menjadi orang yang sangat berhati-hati, menjaga kesehatan dan selalu mengunjungi makam Andi setiap hari jum’at, hal ini terus di lakukan Rasya sampai dia menikah dan punya anak. Suaminya juga selalu menemani Rasya untuk menjenguk rasa ke makam. End…

Contoh Cerpen Sedih

Contoh Cerpen Romantis Sedih
wallpop.com

Buku Harian Laurabelle

Malam begitu dingin hari berteman sepi, bintang begitu terang bulan begitu indah, namun sosok gadis bernama Laurabelle wajahnya tampak lelah, matanya sembab dan terbaring di atas ranjangnya.

Sekali lagi dia terisak lalu menangis dia diam membisu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Lalu dia mengunci pintu kamarnya lalu mengambil sebuah kotak bewarna hijau lalu diambilnya buku harianya. Buku bersampul hitam itu lantas diambilnya lalu perlahan-lahan ia mulai menulis sekata demi kata..

Dear diary aku mulai bertanya mengapa hari-hariku diteman sepi. Aku bagaikan hidup sebatang kara. Ayahku sudah lama meninggalkanku, lalu ibu terlalu sibuk dengan suami barunya. Aku sama sekali tidak merasakan bahagianya hidup.

Teman teman menjauhiku, aku dibully. Aku diolok setiap saat, bahkan tak segannya mereka melakukan kekerasan kepadaku. Aku sudah muak. Aku adalah mahluk tiada daya yang miskin dan hina, namun berilah aku kebahagiaan walau hanya sebutir debu.

Suatu hari ada seorang pria bernama Akhyar. Dia tampan dan memang suka kepadaku, sebulan yang lalu dia menembaku. Aku merasa jauh lebih baik pada saat itu, namun hal itu tak berlangsung lama. Ada wanita bernama Naila dia juga menyukai Akhyar.

Dia sangat marah kepadaku, aku menjadi bulan-bulanan dia dan teman-temanya. Seringkali aku mengabaikanya, dia semakin berapi-api.

Akhirnya aku putus sama Akhyar, aku tau Akhyar kecewa atas pernyataanku. Namun Akhyar juga tidak mau aku menjadi bahan bulan-bulanan mereka terutama Naila.

Sekarang aku tidak punya pacar ataupun teman tapi teman-teman begitu angkuh karena mereka anak orang kaya sedangkan aku miskin.

Aku disekolahkan disini karena bantuan teman ibuku yang kaya. Ibuku sangat berterimakasih pada saat itu begitu juga aku. Sekolah itu memang bagus, tapi aku sudah muak.

Aku tak punya tempat untuk mengadu. Hanya kamulah tempatku mengadu, mencurahkan isi hati yang sudah lama terpendam.

Seminggu yang lalu, adikku masuk rumah sakit karena DBD. Ibu begitu kelimpungan untuk biaya rumah sakit, namun suami barunya yang punya banyak uang sedikit membantu. Ya semenjak ibuku menikah lagi, keadaan ekonomi memang sedikit lebih baik.

Lalu gadis itu menutup buku hariannya dan memasukanya kembali ke dalam kotak. Ia ingin keluar dari sekolahnya, tapi ia tidak berani menceritakan itu ke ibunya karena adiknya juga sedang sakit, dia tidak mau merepotkan.

Sepanjang hidupnya hanya berteman dengan sepi dan mencurahkan isi hatinya kepada buku harianya itu …

Akhir Kata

Itu beberapa contoh cerpen dan segala sesuatu yang ada di dalam cerpen. Penjelasan di atas semoga bisa dipahami dan membantu Anda dalam proses menulis cerpen Anda. mohon maaf jika dalam penulisan ada kesalahan dan kekurangan. Karena semua yang ada di dunia ini memang tidak bisa sempurna seperti apa yang kita minta.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.