Tanda Tanda Hari Kiamat

Tanda tanda Kiamat – Hari kiamat merupakan perkara ghaib yang tidak diketahui kecuali Allah Azza Wajalla, termasuk Rasulullah dan para malaikat pun tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits-hadits yang shohih.

Rasulullah sering menjelaskan kepada para sahabat tentang keadaan hari kiamat serta kedahsyatannya, pada saat itu ada yang bertanya kepada beliau kapan waktu terjadinya hari kiamat. Rasulullah pun mengatakan bahwa hal itu merupakan perkara ghaib yang hanya diketahui Allah semata.

Mereka yang mengaku mengetahui kapan terjadinya kiamat, maka perkataan mereka dalam hal ini tidak dapat diterima. Demikian juga mereka yang memberikan prediksi kapan terjadinya kiamat, perkataannya perlu dianalisa.

Dalil-dalil shohih yang ada terkait dengan hari kiamat, tidak ada yang menjelaskan kapan waktu terjadinya. Semuanya hanya menjelaskan tanda tanda kecil maupun tanda tanda besar besar kiamat.

Tanda Tanda Kiamat Kecil Dan Besar

Tanda tanda kiamat
superhv.com

Para ulama membagi kiamat itu menjadi dua:

Kiamat shugra (kecil) yaitu kematian setiap yang bernyawa. Bila seseorang meninggal, berarti telah tibalah kiamatnya.

Kiamat kubra(besar), kiamat kubra ini juga terbagi dua:

Kiamat pertama, Yaitu pada hari hancurnya langit dan bumi dan segenap makhluk. Pada saat ditiupnya terompet untuk pertama kalinya

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الأَرْضِ إِلاَّ مَنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi
kecuali siapa yang dikehendaki Allah.” Q.S.Az-Zumar:68.

Para ahli tafsir menafsirkan “kecuali yang dikehendaki Allah” bahwa pernyataan tersebut untuk memberi pelajaran bahwa tidak ada yang wajib bagi Allah SWT.

Sekiranya Allah menghendaki ada yang diselamatkan oleh Allah pada hari kiamat, niscaya Allah maha kuasa melakukannya.

Tapi pernyataan ” kecuali yang dikendaki oleh Allah” tidaklah bermaksud menjelaskan bahwa ada yang selamat, pernyataan tersebut semata-mata menjelaskan keMahakuasaan Allah.

Kiamat kedua, yaitu pada hari dibangkitkannya semua makhluk pada saat ditiupnya terompet untuk kedua kalinya.

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلاَّ مَنْ شَاءَ اللَّهُ

“Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (Q.S.Az-Zumar:68)

Kiamat kubra yang pertama sudah dekat. Usia dunia ini semakin tua. Umat Nabi Muhammad Saw adalah ummat akhir zaman.

Diutusnya Nabi Muhammad Saw adalah salah satu tanda kecil akan dekatnya waktu kiamat kubra Rasulullah Saw bersabda :

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ “قَالَ: وَضَـمَّ السَّبَّابَـةَ وَالْوُسْطَـى

“Aku diutus sedang antara aku dan kiamat seperti kedua jariku ini.” Perawi mengatakan :”Beliau saw merpatkan jari telunjuknya dengan jari tengahnya” (HR. Muslim)

Para ulama membagi ‘alamat kiamat menjadi dua :

1.. ‘Alamat shughra (tanda-tanda kecil)

2. ‘Alamat kubra (tanda-tanda besar)

Tanda Tanda Kiamat Yang Kecil

Tanda tanda kecil kiamat
thinglink

Di antara tanda tanda kecil kiamat ialah :

1. Diutusnya Nabi Muhammad saw
2. Wafatnya Nabi Muhammad saw
3. Munculnya Nabi-Nabi palsu
4. Semakin kurangnya orang-orang jujur
5. Semakin kurangnya ulama
6. Semakin tersebarnya zina
7. Semakin tersebarnya riba
8. Semakin tersebarnya minuman keras
9. Semakin banyaknya wanita yang berpakaian tapi telanjang
10. Semakin banyaknya gempa bumi dan lain-lain

Tanda Tanda Kiamat Besar dan Penjelasannya 

tanda tanda kiamat besar
buzznigeria.com

Tidak ada hadits yang secara jelas membicarakan atau menjelaskan tentang urutan tanda tanda besar kiamat berdasarkan urutannya. Semua tanda tanda itu disebutkan dalam berbagai hadits tanpa menyebutkan urutan kejadiannya.

Kita hanya bisa memahami bahwa tanda tanda kiamat akan mengikuti sebagian yang lainnya. ketika tanda yang pertama muncul, maka tanda tanda yang lain akan mengikuti secara berurutan bagaikan mutiara di dalam sebuah rangkaian, salah satunya mengikuti yang lainnya.

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang hari kiamat ada yang menyebutkan tanda tandanya secara keseluruhan, dan ada pula yang hanya menyebutkan sebagiannya.

Salah satu hadits shahih yang menjelaskan tentang tanda-tanda besar kiamat kubra ialah sabda Rasulullah berikut ini :

عَنْ هُذَيْفَـةَ بن أُسَيْدِ الغِفَارِي-رَضِيَ اللهُ عَنْهُ-قَاَل: اطَّلَعَ النَّبِـيُّ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نُتَذَاكر, فَقَالَ:”مَا تَذَاكَرُوْن؟ “قَالُوا: نَذْكُرُالسَّاعَةَ. قَالَ: “إِنَّهَا لَنْ تَقُـوْمُ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْللَهَاعَشرَ آيَاتٍ، فَذَكَرَ: “الُّدخَّان، وّالدَّجَّال،وَالَّدابَّـة، وَطُلُوْعِ الشَّمْـسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُول عِيْسَ بْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ الَّسلاَم، وَيَأْجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ، وَثَلاَثَةَ خُسُوْفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرَ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمْنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إلَىمَحْشَرِهِمْ”. أخرجه مسلم .

“Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari RA,beliau mengisahkan : Rasulullah saw pernah keluar menjumpai kami, sedang kami berkumpul berbincang-bincang lalu Rasulullah saw bertanya: “Apa yang kalian perbincangkan?” para sahabat menjawab:”Kami sedang membicarakan tentang hari kiamat “. lalu Rasulullah saw bersabda: ” hari kiamat itu tidak terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda ” lalu beliau menyebutkan :” Asap, Dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa ibnu Maryam as, Ya’juj dan Ma’juj, tiga yang ditelan bumi: satu yang ditelan di timur, satu yang ditelan di barat dan satu yang ditelan di jazirah arab, yang terakhir ialah api yang keluar di Yaman, menghalau manusia ketempat perkumpulan merekaShahiih Muslim , kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi.

Imam Al-Mahdi

Imam mahdi an pertempurannya
lafzosluk.com

Salah satu tanda kiamat yang besar yang wajib diyakini oleh kaum muslimin ialah munculnya Imam Mahdi. Siapa yang tidak mempercayai hal ini, maka dia telah mendustakan hadits hadits Rasulullah yang jumlahnya tidak sedikit yang menjelaskan tentang Imam Mahdi.

Nah, Pada tulisan kali ini, kita akan membahas tentang Imam Mahdi, mulai dari ciri cirinya, kemunculannya, pertemuannya dengan Dajjal, sampai kepemimpinannya yang membawa keberkahan dan kemakmuran untuk ummat Islam.

Ciri Ciri Imam Mahdi

Imam Mahdi yang merupakan seorang laki-laki dari Ahlul Bait akan muncul di akhir zaman. Allah memberi kekuatan kepada umat islam dengan kehadirannya. Imam Mahdi memimpin dunia selama tujuh hari.

Pada masa kepemimpinannya, dunia dipenuhi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan dengan kezaliman di mana-mana, serta memberikan kepada ummat di zamannya kenikmatan yang belum pernah diberikan kepada ummat selain mereka.

Pada saat itu, langit menurunkan hujan, bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, dan dilimpahkan harta yang banyak, sehingga mereka benar-benar merasakan kenikmatan hidup yang luar biasa.

Namanya sama dengan nama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, demikian juga dengan ayahnya mempunyai nama sama dengan nama ayah Rasulullah.

Namanya Muhammad atau Ahmad bin ‘Abdullah, dari keturunan Fathimah binti Muhammad dari anaknya Hasan bin ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu. Diantara ciri-ciri fisiknya ialah hidungnya mancung dan dahinya lebar.

Kemunculan Imam Mahdi

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Al-Mahdi akan muncul dari arah timur, bukan dari Sirdab Samira’ sebagaimana yang disangka oleh kaum Syi’ah Rafidhah, mereka menunggu sampai sekarang, padahal persangkaan mereka itu adalah igauan semata, pemikiran yang sangat lemah dan hila yang dibisikkan oleh syaithan kepada mereka.

Persangkaan mereka tidak ada dasarnya, baik dari Al-Qur’an maupun dari As-Sunnah, bahkan tidak sesuai dengan akal yang sehat”. Lihat an-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim hal. 26 oleh Ibnu Katsir

Kemudian terdapat banyak dalil dari As-Sunnah terkait akan kedatangan Al-Mahdi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ، يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهاَ، وَيُعْطِى الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ، وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ، يَعِيْشُ سَبْعاً أَوْ ثَمَانِيًا.

“Al-Mahdi akan keluar di akhir kehidupan umatku, Allah akan menurunkan hujan kepadanya, sehingga bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya, dia akan diberikan harta yang melimpah, binatang ternak akan menjadi banyak, dan pada saat itu ummat semakin mulia, dan ia memerintah dalam kurun 7 atau 8 tahun.” HR. Al-Hakim IV/557-558, dari Sahabat Abi Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, dikatakan bahwa hadits ini shahih disepakati oleh Dzahabi, dari Sahabat Abi Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah no. 711.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا أَوْ لاَ تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ يُوَاطِىءُ اِسْمُهُ اسْمِيْ

“Tidak akan lenyap atau tidak akan sirna dunia ini, hingga bangsa Arab dipimpin oleh seorang laki-laki dari keturunanku, yang namanya sama seperti namaku.” HR. Abu Dawud no. 4282, At-Tirmidzi no. 2230, dan Ahmad I/377, 430 dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, dan lafazh ini milik Ahmad. Dikatakan shahih menurut Syaikh Ahmad Syakir dalam tahqiq Musnad Ahmad no. 3573.

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Imam Mahdi akan muncul pada akhir zaman dan memimpin umat islam menuju kejayaan. Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menegaskan akan kemunculan Imam Mahdi. Sehingga setiap muslim wajib percaya dan beriman bahwa akan kedatangan Imam Mahdi.

Hadits-hadits di atas juga jadi penjelasan bahwa pada saat itu, Imam Mahdi adalah pemimpin kaum muslimin, termasuk Nabi Isa Alaihissalam juga ada dibawah kepemimpinan Imam Mahdi.

Dan hadits-hadits yang menjelaskan tentang Imam Mahdi adalah hadits-hadits yang mutawatir, sebagaimana yang dijelaskan dalam Asyraathus Saa’ah oleh Dr. Yusuf bin ‘Abdillah al-Wabil hal. 259-265.

Munculnya Al-Masih Ad-Dajjal

Dajjal Al-Masih keluar
whatisquran.com

Salah satu tanda tanda kiamat yang wajib diimani oleh setiap muslim ialah keluarnya Dajjal di akhir zaman. Ini juga merupakan bagian dari tanda tanda kiamat. Siapa yang mendustakannya maka ia mendustakan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Siapa Itu Dajjal?

Dajjal adalah seorang manusia yang lahir dari anak cucu Nabi Adam Alihis Salam, ia disebut juga Al-Masih Ad-Dajjal / penghapus seluruh kebaikan. Pada akhir zaman, ia akan keluar dan mengaku diri adalah tuhan. Dajjal akan muncul dan keluar dari daerah timur dari Khurasan yang sekarang adalah Irak.

Dia muncul di permukaan bumi dengan membawa fitnah yang sangat besar. Dia menyebabkan banyak manusia menjadi kufur dan membuat kerusakan di muka bumi. Setiap muslim hendaknya mengenal ciri-cirinya dan memohon perlindungan kepada Allah dari fitnahnya.

Ciri ciri Dajjal

Ia adalah seorang dengan wajah yang merah, umurnya masih muda, badannya pendek, kakinya bengkok, dan rambutnya keriting. Dia tidak mempunyai anak karena dia adalah seorang yang mandul.

Ciri Dajjal yang paling jelas ialah mata sebelah kanannya buta / menonjol keluar bagaikan buah anggur yang mengapung, ada daging tumbuh di atas mata kirinya, tertulis di antara kedua matanya “ كفر / ك ف ر ” kafir.

Tulisan tersebut dapat dibaca dengan jelas oleh siapa saja dari kaum muslimin, baik yang bisa baca tulis maupun yang tidak bisa baca tulis.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ: أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، مَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ: ك ف ر (يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُسْلِمٍ

“Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan ummatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwa Dajjal matanya buta sebelah sedangkan Allah tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya: ك ف ر / كافر (kafir) -yang mampu dibaca oleh setiap Muslim-.”

HR. Al-Bukhari (no. 7131, 7408), Muslim (no. 2933), At-Tirmidzi (no. 2245), Abu Dawud (no. 4316, 4318), Ahmad (III/103, 173, 276, 290), dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. Lafazh yang ada dalam kurung milik Muslim dan Ahmad, Lihat Qishshatul Masiihid Dajjaal oleh Syaikh al-Albani (hal. 53)

Tempat Keluarnya Dajjal

Dajjal akan muncul di muka bumi dari arah bagian timur dari Khurasan, atau tepatnya sekarang terletak di Irak bagian Timur. Kemunculannya diiringi oleh 70 ribu orang Yahudi Ashbahan, yaitu sebuah kota di tengah negara Iran.

Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim no. 2944, dan riwayat imam Ahmad no. 13277, tahqiq Syaikh Ahmad Syakir, hadits ini derajatnya hasan, dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu.

Tempat Yang Dimasuki Dajjal

Dajjal berjalan dan menjelajah di muka bumi dengan sangat cepat, kecepatannya ibarat hujan yang yang ditiup angin. Ia mengelilingi dunia dan masuk ke setiap tempat kecuali makkah dan Madinah, kedua kota tersebut tidak dapat dimasuki oleh Dajjal karena dijaga oleh para Malaikat.

Ketika Dajjal mendekati kota Madinah, ia tidak dapat memasukinya dan kota Madinah berguncang tiga kali, lalu keluarlah orang-orang kafir dan munafik, baik laki-laki maupun perempuan, demikian juga orang-orang fasik, lalu mereka semua menuju Dajjal. Itulah yang disebut Yaumul Khalas, yakni hari pembebasan.

Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat imam Hakim (IV/543) dan Ahmad (IV/338) dari Sahabat Mihjan bin al-Adru’ Radhiyallahu anhu

Dalam riwayat yang lain, dikatakan bahwa Dajjal tidak dapat memasuki empat masjid, yaitu Masjid Al-Haram, Masjid Nabawi, Masjid Al-Aq-sha, dan Masjid Ath-Thur. Lihat fathul Baari XIII/105.

Keberadaan Dajjal di Muka Bumi

Dajjal menetap di bumi selama empat puluh hari, namun satu hari pada masa itu bagaikan setahun lamanya, lalu satu hari setelahnya bagaikan satu bulan, satu hari selanjutnya seperti satu jum’at atau satu pekan, dan selanjutnya seperti hari-hari biasa. Orang yang akan membunuhnya adalah Nabi Isa Alaihi salam.

Fitnah Dajjal

Fitnah Dajjal merupakan fitnah yang paling besar yang menimpa umat manusia di muka Bumi, sejak Allah Ta’ala menciptakan Adam sampai hari kiamat terjadi.

Dajjal membawa dua sungai yang mengalir, salah satu dari keduanya terlihat air putih segar, dan yang lainnya terlihat api yang menyala-nyala, apabila seseorang mendapati hall itu, maka hendaklah ia masuk ke sungai yang terlihat seperti api yang menyala-nyala, tundukkan kepala, pejamkan mata, lalu minumlah! karena itu adalah air yang segar dan sejuk.

Dajjal mengaku sebagai Tuhan, ia menyuruh langit menurunkan hujan, lalu hujan pun turun. Ia menyuruh bumi menumbuhkan tanam-tanaman, lalu tanaman pun bertumbuhan di taanah yang tandus. Ia juga menghidupkan orang yang telah mati dan lainnya, yang menjadi fitnah yang sangat dahsyat bagi kaum muslimin.

Terbunuhnya Dajjal

Yang akan membunuh Dajjal Adalah Nabi Isa Alaihis Salam. Nabi Isa membunuh Dajjal di Bab Ludd, yaitu sebuah desa di dekat Baitul Maqdis, Palestina.

Cara Menghindari Fitnah Dajjal

Untuk berlindung dari Dajjal, berikut ini beberapa hal yang mesti dilakukan oleh setiap muslim sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah:

Berlindung Kepada Allah

Salah satu cara menjaga diri dari fitnah Dajjal ialah dengan berlindung diri kepada Allah dari fitnahnya, setiap selesai dari tasyahud akhir setiap shalat.

Rasulullah bersabda:

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ اْلآخِرِ، فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Apabila seseorang diantara kalian telah selesai tasyahud akhir, hendaklah dia berlindung kepada Allah Azza Wajalla dari empat perkara: (1) dari adzab neraka, (2) dari adzab kubur, (3) dari fitnah hidup dan mati, serta (4) dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal”. HR. Muslim no.588 (130) dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu.

Adapun do’a perlindungan dari fitnah Dajjal yang dibaca pada tasyahud akhir yaitu:

اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka, dari adzab kubur, dari ftinah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal”.

Inilah cara pertama yang diajarkan oleh Rasulullah agar bisa terhindar dari buruknya fitnah Dajjal. Hendaknya setiap muslim memperhatikan hal ini, jangan sampai lupa atau sengaja meninggalkan doa ini setiap mengerjakan sholat.

Menghafal Sepuluh Ayat Pertama Dari Surah Al-Kahfi

Rasulullah telah mengingatkan kaum muslimin akan bahaya fitnah Dajja, lalu kemudian mengajarkan bagaimana agar selamat dari fitnahnya. Dalam sebuah hadits, DAri Abu Darda bahwa Rasulullah bersabda:

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ، عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ.
“Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, dia terjaga dari fitnah Dajjal.” HR. Muslim (no. 809) dan Ahmad (VI/449)

olehnya itu, setiap kaum muslimin hendaknya menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, serta mengingatkan sesama kaum muslimin agar menghafal ayat-ayat tersebut sebagai persiapan menghadapi dahsyatnya fitnah Dajjal.

Menjauhi Tempat Fitnah dan Tidak Mengikuti

Rasulullah telah mengingatkan kaum muslimin agar senantiasa berhati-hati dari ftinah, menjauhi tempat fitnah, dan tidak mengikuti ftinah-fitnah tersebut. Apalagi oran-orang yang hidup di akhir zaman, tidak diragukan lagi bahwa fitnah telah tersebar di mana-mana, sehingga setiap orang dituntut agar senantiasa waspada dan introspeksi diri.

Tinggal di Makkah dan Madinah

Dalam syarah shahih Muslim, Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan perkataan Al-Qadhi Iyadh rahimahullah: “Hadits-hadits tentang Dajjal merupakan hujjah Ahlussunnah tentang kebenaran adanya Dajjal. Bahwa Dajjal merupakan sosok yang dijadikan ujian oleh Allah untuk menguji Hamba-Nya”.

Allah memberikan kemampuan kepada Dajjal untuk melakukan banyak hal, seperti menhidupkan mayat yang telah dibunuhnya, memerintahkan awan agar menurunkan hujan, dan lain-lain. Dajjal seolah-olah dapat menciptakan segala kemewahan dunia, kebun-kebun hijau, sungai-sungai, Surga dan Neraka.

Ia juga seolah-olah sanggup membuat segala kekayaan bumi tunduk kepadanya, memerintahkan langit agar menurunkan hujan makan turunlah hujan, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tumbuhan, maka tumbuhlah, dan berbagai hal menakjubkan lainnya.

Segala kemampuan yang dimiliki oleh Dajjal terjadi atas kehendak Allah. Lalu Allah melemahkannya, sehingga ia tidak lagi mampu untuk membunuh siapa pun dan membatalkan perintahkannya. Akhir Dajjal pun terbunuh di tangan Nabi Isa bin Maryam Alaihimassalam.

Pemahaman tentang Dajjal ini ditentang oleh kaum khawarij, Jahmiyah, serta sebagian dari kaum mu’tazilah, padahal dalil-dalil yang menjelaskan perkara ini merupakan hadits-hadits shohih.
Semoga Allah melindungi kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin dari ftinah Dajjal.
Dajjal dan Imam Mahdi

Nabi Isa

Nabi isa Turun ke bumi
mukjiat.co

Salah satu tanda besar kiamat adalah kemunculan atau turunnya nabi Isa Alaihissalam pada akhir zaman. Ini adalah keyakinan ahlussunnah wal jamaah, dan tidak ada yang mengingkari hal ini kecuali orang-orang yang akidahnya rusak.

Ciri Ciri Nabi Isa

Dalam berbagai riwayat dijelaskan tentang ciri ciri fisik nabi Isa Alaihissalam, bahwa beliau adalah seorang laki-laki, badannya tidak tinggi dan juga tidak pendek, warna kulitnya agak kemerah-merahan, rambutnya keriting, dadanya bidang, rambutnya meneteskan air seolah-olah beliau baru keluar dari kamar mandi, dan rambutnya terurai memenuhi kedua pundaknya.

Turunnya Nabi Isa Alaihissalam

Setalah keluarnya Dajjal, Ia (Dajjal) membuat kerusakan di muka bumi, lalu Allah Azza Wajalla mengutus Nabi ‘Isa untuk turun ke bumi membunuh Dajjal. Beliau turun di Syam / Syiria, tepatnya di sebuah menara putih yang terletak di sebelah timur kota Damaskus.

Nabi Isa Alaihissalam mengenakan pakaian yang yang dicelup sambil meletakkan kedua tangannya pada dua sayap malaikat. Apabila beliau menundukkan kepalanya, seolah olah menesteskan air, dan bila belaiu mengangkat kepala, seolah-olah berjatuhan tetesan-tetesan itu bagaikan manik-manik mutiara.

Tidak satu pun orang kafir yang mencium nafasnya melainkan akan mati, padahal nafasnya sejauh mata memandang. Hal dijelaskan dalam hadits riwayat imam Muslim no. 2937 (110) dari Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu anhu. Lihat Syarah Shahiih Muslim XVIII/67-38, oleh Imam an-Nawawi.

Beliau turun di tengah golongan yang dimenangkan / Ath-Thaa-ifatul Manshuurah, yang berperang di jalan haq untuk memerangi Dajjal dan para pengikutnya.

Beliau turun pada waktu sholat subuh, lalu beliau shalat di belakang pemimpin golongan tersebut. Baliau tidak membawa syari’at baru, tapi mengikuti syari’at yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam.

Dalil Turunnya Nabi Isa di Akhir Zaman

Turunnya Nabi Isa pada akhir zaman telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shohih, bahkan riwayat-riwayatnya mutawatir. Yang mana diriwayat lebih dari dua puluh lima Sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Dalil Turunnya Nabi Isa Dari Al-Qur’an

Surah Ali ‘Imran: 55

Allah Ta’ala berfirman:

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu kepada akhir ajalmu dan mengangkatmu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu ber-selisih padanya.’” QS: Ali ‘Imran: 55

Mengenai Makna firman Allah: ( إِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ ) “Sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku…” Para ulama tafsir berbeda pendapat.

Menurut Pandangan Qatadah dan ulama lainnya: “Ini merupakan bentuk kalimat dalam bentuk muqaddam dan muakhkhar yaitu bentuk kalimat yang mendahulukan apa yang seharusnya ada di akhir, dan mengakhirkan apa yang seharusnya didahulukan. Kedudukan sebenarnya adalah ( إِنِّيْ رَافِعُكَ إِلَيَّ وَ مُتَوَفِّيْكَ) “Yakni Aku mengangkatmu kepada-Ku dan mewafatkanmu.”

Dan mayoritas atau sebagian besar ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kematian tersebut adalah tidur, sebagaimana firman-Nya ( وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ ) “Dan Dia-lah yang menidurkan kalian di malam hari.” QS: Al-An’aam: 60

Surat An Nisa Ayat 157-158

Allah Azza Wajalla berfirman:

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

“Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, ‘Isa putera Maryam, Rasul Allah,’ padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” QS: An-Nisaa’: 157-158

Nabi Isa ‘Alaihissalam diangkat oleh Alllah ke langit dalam keadaan hidup dengan ruh dan jasadnya. Ayat di atas menjadi bantahan pada orang-orang Yahudi yang mengatakan bahwa Nabi Isa ‘Alaihissalam telah dibunuh dan disalib.

Saat menafsirkan ayat ini, Al-Hafizh Ibnu Katsir menukil beberapa hadits tentang turunnya Nabi Isa. Beliau Rahimahullah berkata “Inilah hadits hadits meutawatir yang berasal dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan para sahabat, seperti Abu Hurairah, Abu Umamah, ‘Utsman bin Abil ‘Ash, An-Nawwas bin sam’an, Abu Umamah, Mujammi’ bin Jariyah, Abu Syuraikah, dan Hudzaifah bin Usaid Radiyallahu anhu.

Terdapat petunjukkan tentang sifat-sifat turunnya dalam hadits-hadits ini, juga tempatnya, yaitu ia akan turun di Syam / Syiria, tepatnya pada menara timur di kota Damskus dan terjadi pada saat shalat subuh didirikan”.

Surat Az Zukhruf Ayat 61

Allah Azza Wajalla berfirman:

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

“Dan sesungguhnya ‘Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” QS: Az-Zukhruuf: 61
Ketika menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu mengatakan bahwa turunnya Nabi Isa Alaihisslam sebelum hari kiamat, sebagaimana yang disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir.

Dalil Turunnya Nabi Isa Dari As-Sunnah

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ، تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ

“Senantiasa ada segolongan dari ummatku yang berperang demi membela kebenaran sampai hari Kiamat.” Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka kemudian turun Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian pemimpin golongan yang berperang tersebut berkata kepada Nabi ‘Isa: ‘Kemarilah, shalatlah mengimami kami.’ Kemudian Nabi ‘Isa menjawab: ‘Tidak, sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin atas sebagian yang lain, sebagai penghormatan bagi umat ini”.

Hadits ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa Nabi Isa akan pada akhir zaman dan bergabung bersama kaum muslimin dalam memerangi Dajjal dan orang-orang kafir.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ عَليهِ السَّلام حَكَمًا عَدْلاً، فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ.

“Dan demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sudah dekat saatnya di mana akan turun pada kalian (‘Isa) Ibnu Maryam Alaihissallam sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah (upeti/pajak), dan akan melimpah ruah harta benda, hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya.”

Dan juga Sabda Rasulullah dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4324, Ibnu Hibban IX/450, no. 6775, 6782 dalam Ta’liiqatul Hisaan dan Ahmad II/406, 437, dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah V/214 no. 2182.

Hikmah Turunnya Nabi Isa ‘Alaihissalam

Mematahkan argumen orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa Alaihissalam, padahal kelak Nabi Isa lah yang akan membunuh pemimpin mereka yakni Al-Masih Ad-Dajjal.

Nabi Isa Alaihissalam mengetahui keutamaan ummat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa sallam dari Injil yang diturunkan kepada beliau, Al-Fat-h:29.

Lalu beliau berdoa agar dimasukkan dalam golongan ummat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, maka Allah Azza Wajalla mengabulkan doa beliau ketika turun di akhir zaman, dan juga beliau menjadi seorang pembaharu atau mujaddid agama islam.

Nabi Isa turun dari langit ke bumi untuk kemudian dimakamkan di tanah, karena tidak ada makhluk dari tanah yang mati kecuali juga dikembalikan kepada tanah.

Turunnya Nabi Isa menyingkap kebohongan kaum Nashrani, menghancurkan salib, menghapus upeti, dan membunuh babi.

Nabi Isa memiliki keistimewaan khusus, sebab jarak antara Beliau dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sangat dekat, serta tidak ada Nabi lain yang memisahkan antara Nabi ‘Isa dan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Nabi ‘Isa menjadi pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan berhukum dengan syari’at Rasulullah. Beliau turun tidak membawa syari’at yang baru, karena agama Islam merupakan penutup segala agama.

Nabi ‘Isa akan menjadi hakim ummat ini pada saat, karena tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Zaman Nabi ‘Isa Alaihissalam merupakan zaman yang penuh dengan keamanan, ketenangan dan keselamatan. Allah menurunkan hujan yang deras, menjadikan bumi mengeluarkan tanam-tanaman dan buah-buahan yang melimpah.

Harta melimpah serta dihilangkan dari hati ummat islam sifat-sifat iri, benci, dan dengki.
Nabi ‘Isa ‘Alaihissalam tinggal di bumi selama empat puluh tahun lamanya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban no. 1905, Shahiih Mawaariduzh Zham’aan no.1599 dan Imam Ahmad (VI/75), dari ‘Aisyah, Rasulullah bersabda:

فَيَمْكُثُ فِي اْلأَرْضِ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً إِمَامًا عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطًا

“Beliau tinggal di bumi selama 40 tahun sebagai imam yang adil dan hakim yang bijaksana.” [12]

Nabi Isa Vs Dajjal

Ya’juj dan Ma’juj

tanda tanda kiamat ya'juj dan ma'juj
youtube.com

Salah satu satu tanda kiamat besar ialah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj. Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini akan adanya Ya’juj dan Ma’juj dan mereka akan keluar pada akhir zaman.

Ya’juj dan Ma’juj merupakan manusia biasa seperti layaknya manusia pada umumnya. Perawakan mereka mirip dengan bangsa At-Turk / mereka adalah orang kafir, mata mereka sipit, dengan hidung pesek, rambut mereka pirang, namun bentuk dan kulit mereka bervariasi.

Fitnah Ya’juj dan Ma’juj terjadi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam membunuh Dajjal. Mereka membuat kerusakan yang sangat besar di muka bumi, lalu Allah membinasakan mereka dalam satu malam, berkat doa Nabi Isa bin Maryam atas kehancuran mereka.

Allah Azza Wajalla berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ

“Hingga apabila (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang kafir terbelalaklah. (Mereka berkata): ‘Alangkah celakanya kami, sesungguhnya kami benar-benar lalai tentang ini, bahkan kami benar-benar orang-orang yang zhalim.” QS: Al-Anbiyaa’: 96-97

Dalam surah Al-Kahfi ayat 92-99, Allah Azza Wajalla menjelaskan Ya’juj dan Ma’juj, serta kisah dipenjarakannya mereka oleh Dzul Qarnain.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj sedang berusaha keras melubangi dinding [3] setiap hari, sampai apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata: ‘Pulanglah, kalian akan melubanginya lagi besok.’

Kemudian esok harinya mereka kembali lagi melubangi dinding itu dan bekerja lebih kuat dari yang sebelumya / kemarin, sehingga jika waktunya telah tiba, Allah akan mengirimkan mereka kepada manusia sesuai dengan keinginan-Nya.

Sehingga apabila mereka melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berseru: ‘Pergilah, kalian akan melubanginya besok, insya Allah, -bisa juga kiranya dia mengucapkan kata pujian itu-.’ Namun ketika mereka kembali hendak melubangi dinding itu, ternyata dinding itu telah kembali pada keadaan semula saat mereka tinggalkan kemarin.

Tapi mereka terus melubanginya dan akhirnya berhasil keluar menyerbu manusia. Mereka mengeringkan air dan orang-orang berlindung di benteng-benteng. Mereka melepaskan anak panahnya ke langit, lalu anak-anak panah itu kembali dengan berlumuran darah.

Mereka berkata dengan sombong: “Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan langit.” Kemudian Allah mengirimkan sejenis ulat pada tengkuk mereka hingga mereka mati.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya binatang melata di bumi akan menjadi kenyang dan gemuk karena dapat makan daging dan darah mereka.’”

HR. Ibnu Majah no. 4080, At-Tirmidzi no. 3153, Ahmad II/510-511, al-Hakim IV/488, dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Kata al-Hakim, “Hadits ini shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim serta disepakati oleh adz-Dzahabi”.

Tiga Wilayah Tenggelam Ke Dalam Bumi

tanda tanda kiamat penenggelaman 3 wilayah
youtube.com

Ada tiga daerah yang ditelan bumi : Satu di Barat, satu di Timur dan satu di jazirah Arab. Tenggelamnya tiga daerah tersebut merupakan salah satu tanda besar hari kiamat, sebagaimana yang sidebutkan dalam hadits-hadits yang menyebutkan tanda-tanda hari kiamat.

Berikut dalil-dalil dari As-Sunnah yang menjelaskan tentang penenggelaman ke dalam bumi.

Rasulullah menjelaskan hal ini dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda:

إِنَّ السَّاعَةَ لَنْ تَقُومَ حَتَّـى تَرَوْا عَشْرَ آيَاتٍ… (فَذَكَرَ مِنْهَا:) وَثَلاَثَةُ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْـمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ

Sesungguhnya Kiamat tidak akan tegak hingga kalian melihat sepuluh tanda… (lalu beliau menyebutkan, di antaranya:) Dan tiga penenggelaman ke dalam bumi, penenggelaman di sebelah timur, penenggelaman di sebelah barat, dan penenggelaman di Jazirah Arab.” Lihat kitab Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi.

Dalam hadits yang lain, diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

سَيَكُوْنُ بَعْدِي خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ. قُلْتُ: يَا رَسُـوْلَ اللهِ! أَيَخْسِفُ بِاْلأَرْضِ وَفِيْهَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ لَهَا رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا الْخَبَثُ

‘Speninggalku akan terjadi penenggelaman di timur, akan terjadi penenggelaman di Barat, dan akan terjadi penenggelaman di Jazirah Arab. Aku bertanya, “Apakah bumi akan ditenggelamkan sementara di dalam negri tersebut terdapat orang-orang yang shalih?”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika penduduknya sudah banyak melakukan kefasikan dan perbuatan keji”.

HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath sebagaimana dikatakan oleh al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaa-id (VIII/11)

Waktu terjadinya Peneggelaman Tiga Wilayah

Penenggelaman tiga daerah terssebut belum muncul, sebagaimana tanda-tanda besar kiamat yang lainnya juga belum muncul. Meskipun ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa hal tersebut telah terjadi, diantara yang berpendapat demikian adalah As-Syarif Al-Barzanji, Lihat al-Isyaa’ah hal. 49.

Namun, yang shohih adalah hal itu belum terjadi sampai saat ini, yang terjadi adalah tenggelamnya beberapa daerah di berbagai tempat yang berbeda-beda, dan kejadian itu terjadi pada zaman yang berjauhan, hal itu termasuk bagian dari tanda-tanda kecil kiamat.

Adapun tiga penenggelaman yang termasuk tanda besar kiamat, akan terjadi dalam skala yang besar menyeluruh pada banyak tempat di berbagai belahan bumi di bagian barat, timur, dan Jazirah Arab.

Terkait dengan hal ini, Ibnu Hajar berkata: “Dan telah terjadi dan ditemukan penenggelaman di berbagai tempat, namun mungkin saja yang dimaksud dengan tiga penenggelaman adalah sesuatu yang lebih dahsyat daripada yang telah ditemukan, dari ukurannya dan tempat terjadi lebih luas dan besar”.

Hal ini juga diperkuat dengan penjelasan dalam sebuah hadits bahwasanya penenggelam pada tiga wilayah tersebut, akan terjadi ketika banyak manusia yang melakukan kejelekan, kekejian tersebar di tenga manusia, serta kemaksiatan merajalela. Lihat Fathul Baari (XIII/84).

Munculnya asap raksasa di angkasa

asap raksasa
youtube.com

Pada akhir zaman akan asap raksasa yang merupakan salah satu tanda besar kiamat, hal ini sebagaiman yang ditujukan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dalil Dari Al-Qur’an tentang Munculnya Asap Raksasa

Allah Azza Wajalla berfirman:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka tunggulah pada hari ketika langit membawa asap yang tampak jelas. Yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.” QS: Ad-Dukhaan: 10-11

Terkait dengan maksud asap tersebut, apakah telah terjadi? Ataukah asap tersebut merupakan tanda-tanda dekatnya kiamat? Para ulama terbagi dalam dua pendapat:

Pertama: Asap tersebut adalah apa yang melanda kaum Quraisy berupa kesempitan dan kelaparan, saat Rasulullah berdoa untuk kecelakaan mereka karena menolak seruan dakwah, lalu mereka melihat sesuatu bagaikan asap di langit.

Pendapat ini dikuatkan dan dipegang oleh sahabat Abdullah bin mas’ud dan diikuti oleh sejumlah ulama salaf.
Beliau berkata: “Ada lima pertanda yang telah berlalu: Al-Lizaam, kemenangan dan kekalahan bangsa Romawi, Al-Batsyah / pukulan keras, bulan terbelah, dan asap”

Al-Lizaam: siksa yang pasti karena sikap mendustakan yang mereka lakukan. Ini adalah apa yang me-nimpa orang-orang kafir Quraisy pada perang Badar berupa kematian dan tawanan. Lihat Tafsiir Ibni Katsir VI/142, 305, Syarah an-Nawawi li Shahiih Muslim VII/143.

Pendapat pertama ini juga dikuat oleh Ibnu Jarir Ath-Thabrani Rahimahullah.

Kedua: Asap itu merupakan salah satu dari tanda kiamat yang ditunggu-tunggu, hal itu belum terjadi dan akan terjadi menjelang terjadinya hari kiamat. Pendapat ini dipegang oleh Ibnu Abbas, serta sejumlah sahabat Nabi dan sebagian Tabi’in.

Adapun sebagian ulama, mereka menggabungkan antara dua pendapat dalam hal ini, mereka berpendapat adanya dua asap, salah satunya telah muncul dan yang lainnya belum muncul, dan itulah yang akan muncul pada akhir zaman menjelang datang kiamat.

Apa yang disaksikan oleh orang-orang Qurasy berupa asap, maka itulah yang telah nampak. Asap ini bukanlah asap secara hakiki, yang muncul sebagai bagian dari tanda-tanda kimat.

Dalil Dari As-Sunnah Tentang Muncul Asap

Terdapat sejumlah hadits yang menjelaskan hal ini, diantaranya:

Pertama: Rasulullah bersabada dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah.

بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا: الدَّجَّالَ، وَالدُّخَانَ…
“Bersegeralah untuk beramal sebelum datang enam hal; Dajjal, asap….”

Kedua: Dalam hadits Hudzaifah dijelaskan tentang tanda-tanda besar kiamat, salah satunya dalah Asap, silahkan lihat Shahiih Muslim , kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi.

Ketiga: Ibnu Jarir Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, beliau berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِنَّ رَبَّكُمْ أَنْذَرَكُـمْ ثَلاَثًا: الدُّخَانَ يَأْخُذُ الْمُؤْمِنَ كَالزَّكْمَةِ، وَيَأْخُذُ الْكَافِرَ فَيَنْتَفِخُ حَتَّى يَخْرُجَ مِنْ كُلِّ مَسْمَعٍ مِنْهُ

‘Sesungguhnya Rabb kalian telah memperingatkan kalian akan tiga hal: asap yang membuat orang mukmin pilek, dan membinasakan orang kafir, lalu dia mengembung hingga asap itu keluar dari setiap lubang pendengarannya.” Lihat Tafsiir ath-Thabari XX/114, dan Tafsiir Ibni Katsir VII/235, Ibnu Katsir berkata, “Sanadnya jayyid.”

Demikianlah penjelasan singkat terkait munculnya ASAP sebagai salah satu tanda besar kiamat. Masih banyak dalil-dalil yang tidak sempat ditulis di sini terkait dengan hal ini. Intinya kemunculan asap tersebut merupakan tanda kiamat yang wajib diimani oleh setiap muslim.

Matahari Terbit Dari Barat

matahri terbit dari barat, tanda tanda kiamat
tl.fanpop.com

Salah satu tanda kiamat besar yang wajib diimani adalah matahari terbit dari barat. Mengimani hal ini merupakan bagian dari iman kepada hari akhirat yang merupakan bagian dari rukun iman.

Siapa yang tidak beriman atas hal ini atau meragukan hal ini, maka dia telah mendustakan dalil-dalil shohih yang menjelaskan hal ini. Terdapat banyak dalil yang datang menjelaskan hal ini, baik dari Al-Qur’an maupun dari As-Sunnah.

Dalil Dari Al-Qur’an Tentang Terbitnya Matahari Dari Barat

Allah Azza Wajalla berfirman:

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا

“… Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau belum berusaha berbuat kebaikan dengan imannya itu…” QS: Al-An’aam: 158

Yang dimaksud dengan tanda-tanda dalam ayat ini adalah terbitnya matahari dari barat, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits-hadits shohih, dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama. Lihat Tafsiir Ibni Katsir (III/366-371), Tafsir Ath-Thabari (VIII/96-102), Tafsiir al-Qurthubi (VII/145), dan Ithaaful Jamaa’ah (II/315-316).

Setelah menyebutkan beberapa pendapat ulama tafsir terkait ayat ini, Ath-Thabari berkata, “DAn pendapat yang paling tepat tentang maslah itu adalah yang didukung oleh banyak riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bahwasanya beliau bersabda:

ذَلِكَ حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

‘Hal itu terjadi ketika matahari terbit dari barat.’” Lihat Tafsiir ath-Thabari (VIII/103)
Dalil Dari As-Sunnah Tentang Terbitnya Matahari Dari Barat

Ada banyak hadits yang menjelaskan akan terbitnya matahari dari barat pada akhir zaman, pada tulisan kali ini, kita hanya akan menyebutkan beberapa diantaranya.

Pertama: Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنَ الْمَغْرِبِ، فَإِذَا طَلَعَتْ، فَرَآهَا النَّـاسُ؛ آمَنُوا أَجْمَعُوْنَ، فَذَلِكَ حِيْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا

“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat, jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”. Silahkan lihat Shahiih al-Bukhari, kitab ar-Raqaaiq XI/352, dengan al-Fat-h, Shahiih Muslim, kitab al-Iimaan, bab az-Zamanul Ladzi la Yuqbalu fiihil Iimaan II/194, Syarh an-Nawawi

Kedua: Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتِلَ فِئَتَانِ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) وَحَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ؛ آمَنُوا أَجْمَعُوْنَ، فَذَلِكَ حِيْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا

“Tidak akan terjadi Kiamat hingga ada dua kelompok yang saling berperang… (lalu beliau menuturkan hadits, dan di dalamnya:) hingga matahari terbit dari barat, lalu jika ia telah terbit, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” Silahkan lihat Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan XIII/81-82, al-Fat-h.

Ketiga: Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَادِرُوْا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا: …طُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا

“Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya enam hal: …terbitnya matahari dari barat.” Lihat Shahiih Muslim , bab fii Baqiyyati min Ahaadiitsid Dajjal XVIII/87, Syarh an-Nawawi.

Keempat: Dalam hadits Hudzaifah bin Asid Radhiyallahu anhu yang telah kita sebutkan sebelumnya menyebutkan tanda-tanda besar Kiamat, lalu beliau menuturkan di antaranya, “Terbitnya matahari dari barat.” Lihat kitab Shahiih Muslim , kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi.

Kelima: Imam Muslim dan Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku hafal satu hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah aku lupa setelahnya, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا

“Sesunguhnya tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari arah barat.” Lihat Shahiih Muslim, kitab Asyraathus Saa’ah bab Dzikrud Dajjal XVIII/77-78, Syarh an-Nawawi dan Musnad Ahmad XI/110-111, no. 6881, tahqiq Ahmad Syakir.

Demikianlah dalil-dalil tentang terbitnya matahari dari barat, bahwasanya itu merupakan salah satu tanda besar kiamat yang wajib diimani oleh setiap muslim. Dalil-dalil yang menjelaskan hal ini merupakan dalil-dalil yang shohih, tidak diingkari kecuali orang-orang yang pemahamannya rancu terkait hal ini.

Munculnya api raksasa dari Yaman, dan lain-lain

Tanda tanda kiamat api raksasa
patheos.com

Salah satu tanda kiamat besar adalah munculnya api yang sangat besar, ini merupakan tanda terakhir dari tanda-tanda besar kiamat, dan sebagai tanda pertama yang mengisyaratkan tegaknya kiamat yang sesungguhnya.

Tempat Keluarnya Api

Banyak riwayat yang menunjukkan bahwa api tersebut akan keluar dari Yaman, tepatnya dari jurang ‘Adn, sebuah kota terkenal di Yaman, yaitu di sebelah selatan Jazirah Arab, daerah ter-sebut terletak di lautan Hadramaut, sekarang dinamakan lautan Arab. Lihat an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits wal Atsar III/192.

Berikut beberapa riwayat yang menjelaskan tempat keluarnya api ini, dan juga sebagai dalil atas kemunculannya di akhir zaman.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَْخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ، تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

“Dan yang terakhirnya adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul.” HR. Muslim dalam Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/35, Syarh an-Nawawi.

Terdapat banyak dalil yang menjelaskan hal, yang jelas ini merupakan salah satu tanda besar kiamat yang wajib diimani oleh setiap muslim, karena merupakan bagian dari iman terhadap hari akhirat.

Keluarnya Binatang Dari Perut Bumi

binatang keluar dari perut bumi
sitecomme.ca

Munculnya binatang bumi di akhir zaman merupakan slaah satu tanda dekatnya hari kiamat, hal ini telah ditetapkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ada banyak dalil yang menjelaskan hal ini, baik dari Al-Qur’an dan hadits-hadits shohih yang telah disepakati keshohihannya oleh para ulama hadits.

Dalil Dari Al-Qur’an Keluarnya Binatang Dari Perut Bumi

Allah Azza Wajalla berfirman:

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” QS: An-Naml: 82

Ayat mulia ini menjelaskan tentang munculnya binatang pada akhir zaman. Hal ini terjadi ketika manusia telah meninggalkan perintah-perintah Allah, melakukan kerusakan, dan mengganti agama yang benar, ketika itu Allah mengeluarkan binatang dari dalam bumi, lalu binatang itu dapat berbicara dengan manusia atas hal itu. Lihat Tafsir Ibnu Katsir VI/220.

Dalil Dari As-Sunnah Tentang Keluarnya Binatang Dari Perut Bumi

Pertama: Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ إِذَا خَـرَجْنَ، لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِـي إِيْمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ

“Ada tiga hal yang jika keluar, maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya, terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi.’” Lihat Shahiih Muslim, pada kitab al-Iimaan, bab az-Zamanul Ladzi la Yuqbalu fiihil Iimaan II/195, Syarh an-Nawawi.

Kedua: Imam Muslim juga meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku telah menghafal satu hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah kulupakan setelahnya, aku mendengar beliau bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ عَلَـى النَّاسِ ضُحًى، فَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَاْلأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيْبًا

‘Sesungguhnya tanda-tanda (Kiamat) yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu dhuha. Mana saja yang terlebih dahulu, maka yang lainnya terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat.’” Lihat Shahiih Muslim, pada kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah bab Dzikrud Dajjal XVIII/77-78, Syarh an-Nawawi.

Ketiga: Dalam hadits Hudzaifah bin Asid yang telah kita sebutkan tentang tanda-tanda besar Kiamat, disebutkan di antaranya binatang, dan pada sebagian riwayat lain “Binatang bumi” Lihat Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi.

Demikianlah beberapa dalil yang menjelaskan akan adanya binatang yang keluar dari perut bumi pada akhir zaman, sebagai salah satu tanda besar dekatnya hari kiamat.

Masih banyak hadits-hadits shohih yang lain terkait dengan hal ini, semua itu cukup menjadi hujjah akan kebenaran adanya binatang yang keluar di akhir zaman. Dan juga menjadi bantahan bagi mereka yang masih meragukan atau tidak mengimani hal tersebut.

Jenis Binatang Yang Keluar Dari Bumi

Terkait dengan jenis binatang yang akan keluar dari perut bumi, para ulama berbeda pendapat. Berikut ini beberapa pendapat ulama tentang hal ini:

Pertama: Binatang tersebut adalah anak unta yang disapih dari unta Nabi Shalih, hal ini disampaikan oleh Al-Qurthubi dalam Tafsiir al-Qurthubi XIII/235, beliau juga mengatakan bahwa inilah pendapat yang paling kuat, wallahu a’lam.

Kemudian al-Qurthubi rahimahullah berkata, “Sungguh indah orang yang berkata:

وَاذْكُرْ خُرُوْجَ فَصِيْلِ نَاقَةِ صَالِحٍ يَسِمُ الْوَرَى بِالْكُفْرِ وَاْلإِيْمَانِ

Dan ingatlah keluarnya unta sapihan dari unta Nabi Shalih yang akan memberikan tanda mana yang kafir dan mana yang beriman”. Lihat At-Tadzkirah hal. 702

Pendapat Al-Qurtubi yang menganggap pendapat ini sebagai pendapat yang paling kuat, perlu ditinjau lagi, karena hadits yang dijadikan dalil oleh beliau dalam sanadnya terdapat rawi yang matruk / ditinggalkan sanadnya.

Kedua: Binatang tersebut adalah Al-Jassah yang dijelaskan dalam hadits Tamim Ad-Dari Radhiyallahu anhu, pada kisah Dajjal.

Pendapat ini dinisbatkan kepada ‘Abdullah bin ‘Amr Al-’Ash Radhiyalllahu anhuma (Syarh An-Nawawi li Shahih Muslim XVIII/28, dan diantara para ulama yang mengatakan bahwa dia adalah al-Jassasah adalah al-Baidhawi dalam kitab Tafsiirnya IV/121, cet. Mu-assasah Sya’ban, Beirut.

Binatang ini dinamakan Al-Jassah karena di mencari-cari berita untuk Dajjal, namun dalam riwayat tentang keadaan bintang ini, disebutkan bahwa dia melecehkan manusia atas semau kekufuran yang mereka lakukan pada ayat-ayat Allah Azza Wajalla, ini juga bisa jadi petunjuk bahwa bintang tersebut bukanlah Al-Jassah yang mencari berita untuk Dajjal< wallahu a’lam.

Ketiga: Binatang tersebut adalah ular yang mengawasi dinding ka’bah, yang disambar oleh elang ketika orang-orang Qurasy hendak membangun ka’bah.

Al-Qurtubi menisbatkan pendapat ini kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma yang dinukil dari kitab An-Niqaasy, dan disebutkan pula oleh Asy-Syaukani dalam kitab tafsirnya, Tafsiir asy-Syaukani / Fat-hul Qadiir IV/151.

Keempat: Binatang itu adalah manusia yang berbicara, mendebat dan membantah orang-orang yang selalu melakukan perbuatan bid’ah dan kekufuran, agar mereka berhenti dari perbuatan mereka.

Inilah pendapat yang dinyatakan oleh Al-Qurtubi dan jawabannya bahwa bila binatang itu merupakan manusia yang mendebat para ahli bid’ah, maka binatang tersebut bukan tanda kekuasaan Allah yang keluar dari kebiasaan, juga tidak termasuk dari tanda-tanda kiamat yang sepuluh.

Kelima: Binatang tersebut merupakan nama semua binatang yang melata, dan bukan hewan tertentu yang memiliki berbagai keanehan dan keajaiban. Mungkin saja yang dimaksud dengan binatang itu adakah segala macam bentuk bakteri yang berbahaya yang telah membuat manusia memderita. Sehingga dengan itu, manusia bisa sadar dari segala macam kekufurannya.

Pendapat ini dipegang oleh Abu ‘Ubayyah dalam komentarnya terhadap kita An-Nihaayah / Al-Fitan Wal Malaahin, karya Imam Ibnu Katsir, namun pendapat ini jauh dari kebenaran karena beberapa alasan, diantara:

Bakteri dan penyakit sudah ada sejak zaman dahulu, adapun binatang yang menjadi tanda kiamat besar sampai sekarang belum muncul.

Bakteri pada umumnya tidak bisa dilihat, adapun binatang yang menjadi tanda kiamat akan keluar pada akhir zaman dan dapat dilihat oleh manusia, serta binatang tersebut juga berbicara dengan manusia.

Binatang yang akan keluar pada akhir zaman, memberikan tanda kekufuran dan keimanan kepada manusia di wajah-wajah mereka, sehingga wajah orang-orang beriman akan semakin jelas, demikian juga dengan orang kafir, di hidung mereka ada tanda yang menunjukkan kekafiran mereka, adapaun bakteri sama sekali tidak akan sanggup melakukan hal yang demikian.

Sepertinya yang menjadi faktor yang mendorong mereka benpendapat demikian, salah satunya adalah banyaknya pendapat yang disebutkan tentang sifat-sifat binatang ini, namun kekuasaan Allah jauh lebih agung. Maka yang wajib diterima dan diyakini adalah riwayat yang dinyatakan shohih dari Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Yang wajib diyakini bahwa pada akhir zaman, Allah akan mengeluarkan binatang yang akan berbicara dengan manusia. Keluarnya binatang tersebut memberikan isyarat kepada manusia akan dekat hari kiamat.

Salah satu hujjah yang memperkuat bahwa binatang yang akan keluar pada akhir zaman bisa berbicara dengan manusia, dengan bahasa yang dapat difahami adalah kisah Nabi sulaiman dengan sekelompok dari serangga, burung, dan jin, yang terdapat dalam surah An-Naml.

Dan setelah itu dijelaskan adanya pembicaraan antara manusia dan binatang, sesuai dengan kejadia yang diceritakan dalam surah An-Naml secara umum, Lihat Fii Zhilaalil Qur-aan V/2667.

Tempat Keluarnya Binatang

Mengenai tempat keluarnya binatang pada akhir zaman yang merupakan tanda besar kiamat, para ulama berbeda pendapat.

Pendapat pertama: Binatang tersebut keluar dari masjid paling mulia, yakni masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah. Penjelasan mengenai hal ini dapat anda lihat di: Maj’mauz Zawaaid VIII/7-8.

Pendapat kedua: Binatang tersebut akan keluar sebanyak tiga kali, Sekali ia keluar di sebagian lembah, kemudian bersembunyi, kemudian keluar pada sebagian kampung, lalu muncul di Masjidil Haram. Hal ini disampaikan dalam hadits Hudzaifah bin Asid, lihat Talkhisul Mustadrak IV/484-485.

Dan masih ada beberapa pendapat lain mengenai hal ini, sebgaian besarnya mengatakan bahwa ia keluar atau muncul di Masjid Al-Haram.

Aktivitas Binatang Tersebut

Saat binatang tersebut keluar, ia akan memberikan tanda pada orang-oang beriman dan juga pada orang-orang kafir.

Binatang tersebut akan memberikan tanda di wajah oang beriman sehingga wajahnya menjadi bersinar, hal itu merupakan tanda keimanan.

Adapun orang kafir, maka binatang itu akan memberikan tanda dihidung mereka sebagai tanda kekufuran, sehingga akan terlihat jelas siapa yang beriman dan siapa yang kafir. Kita berlindung diri kepada Allah atas bencana kekafiran.

Selain memberikan tanda, binatang tersebut akan berbicara dengan manusia dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh manusia, hal ini sesuai dengan yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, bahwa beliau berkata: “Keduanya dia lakukan”.

Ketika mengomentari hal ini, Ibnu Katsir mengatakan bahwa, “Ini adalah pendapat yang bagus, dan tidak ada kontradiksi di dalamnya, wallahu a’lam bis shawab”. Lihat Tafsiir Ibni Katsir VI/220.

Kesimpulan

Tanda tanda kiamat merupakan permulaan dari rangkaian kehancuran atau akhir dari dunia nanti. Sebelum kiamat benar benar terjadi, maka seluruh tanda tanda besar kiamat akan terjadi satu persatu. Meskipun urutannya tidak disebutkan dalam hadits hadits Rasulullah.

Setiap tanda dari tanda tanda kiamat akan mengikuti satu sama lain, artinya ketika satu tanda muncul maka selanjutnya akan muncul tanda tanda kiamat yang selanjutnya.

Yang menjadi bahan renungan kita, Apakah kita sudah mempersiapkan diri kita menghadapi hal tersebut? Kita tidak tahu apakah kiamat sudah dekat atau masih lama, jadi kita mesti mempersiapkan diri kita.

Semoga tulisan ini bisa memberikan tambahan ilmu, dan menjadi pengingat bagi kita semua akan kedahsyatan hari kiamat. Wallahu a’lam.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.